DPUPR Berau Kebut 264 Proyek Drainase dan Irigasi hingga Kampung Terpencil

img

Kepala Bidang SDA DPUPR Berau, Hendra Pranata.

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mulai bergerak cepat merealisasikan ratusan proyek infrastruktur sektor Sumber Daya Air (SDA) tahun ini. Tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, pembangunan juga difokuskan ke gang-gang permukiman, wilayah pesisir, hingga kampung terpencil yang selama ini masih membutuhkan perhatian serius terkait drainase dan pengairan.

 

Sebanyak 264 paket proyek dipastikan segera berjalan dalam waktu dekat. Rinciannya, sebanyak 190 paket pekerjaan drainase termasuk jasa konsultan dan 74 paket irigasi yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Berau.

 

 Langkah besar ini menjadi salah satu upaya Pemkab Berau untuk memperbaiki fasilitas dasar masyarakat sekaligus mengurangi persoalan genangan air dan mendukung kebutuhan pertanian warga di kampung-kampung.

 

Kepala Bidang SDA DPUPR Berau, Hendra Pranata, menegaskan bahwa pembangunan drainase dan irigasi masih menjadi fokus utama pihaknya tahun ini.

 

“Saat ini masih drainase dan irigasi,” ujarnya saat dikonfirmasi terkait arah pembangunan SDA Berau.

 

Selain pembangunan drainase dan irigasi, DPUPR Berau juga menyiapkan kegiatan normalisasi sungai, salah satunya di kawasan Rinding meski masih dalam skala kecil.

 

Seluruh data proyek, mulai dari jenis pekerjaan hingga lokasi pelaksanaan, disebut telah dipublikasikan secara terbuka melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP agar dapat diakses masyarakat luas.

 

“Terkait keberadaan data lengkapnya ada di SiRUP, portalnya terbuka. Drainase ada 190 paket termasuk konsultannya, irigasi 74 paket. Saya tidak hafal satu per satu, tapi di sana lengkap,” jelas Hendra.

 

Besarnya jumlah proyek yang harus dikerjakan dalam waktu relatif singkat tentu bukan tanpa tantangan. Sebab, sebagian besar proyek berada di wilayah kampung dengan akses geografis yang cukup sulit dijangkau, terutama untuk distribusi material bangunan dari Tanjung Redeb.

 

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan pengerjaan proyek agar tetap sesuai target. Berdasarkan perencanaan, proyek-proyek tersebut diharapkan dapat selesai pada Agustus mendatang. Menanggapi hal itu, Hendra mengakui bahwa dinamika di lapangan tetap menjadi faktor penting yang tidak bisa diprediksi sepenuhnya.

 

“SiRUP itu Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan. Ada kata bijak, manusia hanya bisa merencanakan, Tuhan juga yang menentukan,” ucapnya sambil tersenyum.

 

Meski demikian, DPUPR Berau memastikan seluruh pekerjaan akan terus dipacu agar tidak mengalami keterlambatan dan manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.

 

“Ya kita usahakan secepatnya bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.

 

Untuk mengantisipasi hambatan pengiriman material menuju kampung-kampung terpencil, DPUPR Berau juga menyiapkan strategi dengan memanfaatkan material lokal yang tersedia di sekitar lokasi proyek.

 

Namun, penggunaan material setempat tetap harus memenuhi standar kualitas pembangunan yang telah ditentukan pemerintah.

 

 “Kalau bisa kita pakai material yang dekat dari lokasi kampung. Tapi tetap harus memperhatikan kualitasnya,” pungkasnya.

 

Dengan ratusan proyek yang mulai bergerak serentak, pembangunan infrastruktur dasar di Berau tahun ini diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, khususnya untuk wilayah kampung dan kawasan permukiman warga. (sep/FN)